TATA TERTIB  PESERTA DIDIK

Nomor:  214 /1.851.62

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Pengertian

Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan :
  1. Tata Tertib Peserta didik  SMA Negeri  1 Jakarta adalah peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh Sekolah yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh  Peserta didik   SMA Negeri 1 Jakarta .
  2. Sekolah adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Jakarta yang beralamat di Jalan Budi Utomo No. 7 Jakarta Pusat.
  3. Tim Ketertiban adalah Tim yang beranggotakan guru atau staf ke Peserta didik an yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh untuk menegakkan Tata Tertib Peserta didik .
  4. Guru BK adalah Guru yang mempunyai tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan bimbingan, penyuluhan dan konseling terhadap Peserta didik .
  5. Wali Kelas adalah guru yang mempunyai tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk membina Peserta didik  dalam satu kelas.
  6. Guru Piket adalah guru yang mempunyai tugas, wewenang dan tanggung jawab untuk menjaga, memantau dan memastikan kelancaran pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran di SMA Negeri 1 Jakarta .
  7. Peserta didik  adalah peserta didik yang terdaftar secara administratif di  SMA Negeri 1 Jakarta
  8. Kegiatan Pembelajaran adalah proses berlangsungnya interaksi Peserta didik , guru, dan sumber belajar pada jam tatap muka baik di dalam maupun di luar kelas.
  9. Waktu Istirahat adalah waktu diberhentikannya kegiatan pembelajaran untuk sementara, dengan ketentuan yang telah ditentukan oleh sekolah untuk beristirahat dan penyegaran pikiran.
  10. Pakaian Seragam adalah pakaian yang wajib dipakai Peserta didik selama mengikuti Kegiatan Pembelajaran baik dilaksanakan di sekolah maupun di lokasi lain sesuai dengan hari yang telah ditentukan sekolah.
  11. Atribut adalah kelengkapan identitas Peserta didik yang harus dipakai oleh semua  Peserta didik  yang telah ditentukan oleh sekolah.
  12. Kredit Skor Pelanggaran  Peserta didik  adalah angka/skor yang diberikan kepada  Peserta didik  sebagai akibat dari pelanggaran yang telah dilakukannya.
  13. Debet Skor  Peserta didik  adalah angka/skor yang diberikan kepada  Peserta didik  sebagai reward atas prestasi yang diraih, untuk mengurangi kredit  Skor
  14. Skorsing adalah pemberhentian atau penundaan mengikuti Kegiatan Pembelajaran untuk sementara waktu sebagai sanksi sesuai kredit Skor pelanggaran yang diperoleh  Peserta didik  dengan diberikan tugas sesuai jadwal pelajaran.
  15. Sanksi adalah hukuman yang diberikan kepada Peserta didik yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib sekolah.
  16. Sanksi langsung adalah sanksi yang diberikan pada saat terjadi pelanggaran, berupa tugas yang bersifat edukatif.

Pasal 2

Landasan, Maksud dan Tujuan

  1. Landasan tata tertib ini adalah : Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dan
Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik
  1. Maksud ditetapkan peraturan-peraturan oleh Sekolah yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh Peserta didik
  2. Tujuan ditetapkan keputusan ini adalah sebagai pedoman bagi Peserta didik , tenaga Pengajar, dan karyawan dalam rangka pembinaan ketertiban dan kedisiplinan di  SMA Negeri 1 Jakarta .

Pasal 3

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran

  1. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran dapat dilakukan di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
  2. Ketentuan pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran di sekolah diatur sebagai berikut :
  3. Waktu kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai jadwal pelajaran
  4. Peserta didik   dilarang berada di luar kelas pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung tanpa seizin guru kelas kecuali kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di lapangan.
  5. Peserta didik   dilarang keluar ruangan kelas pada jam pelajaran, pada waktu guru pengajar belum memasuki ruang kelas. Apabila dalam waktu sepuluh menit guru pengajar belum memasuki ruang kelas, maka ketua/wakil ketua kelas menghubungi guru pengampu/guru piket.
  6. Peserta didik  dilarang mengaktifkan Hand Phone, Audio Vidio Player (MP3, MP4, dan sejenisnya) serta bermain game pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
  7. Peserta didik   dilarang untuk makan dan minum pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
  8. Peserta didik   dilarang memakai pakaian/atribut lain yang tidak sesuai ketentuan sekolah, seperti jaket, sweater, topi dan sejenisnya pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
  9. Peserta didik   dilarang membawa uang berlebihan/barang berharga ke sekolah tanpa alasan yang jelas.
  10. Peserta didik   dilarang melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan materi pelajaran pada saat kegiatan pembelajaran berlangusung.
  11. Peserta didik   dilarang menganggu jalannya kegiatan pembelajaran kelas lain.
  12. Peserta didik  wajib menghormati guru dan karyawan SMA Negeri 1 Jakarta
  13. Peserta didik  wajib mengikuti seluruh proses kegiatan pembelajaran dengan tertib.
  1. Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan pembelajaran di luar Sekolah ditentukan atas kesepakatan antara pihak Sekolah dan institusi terkait

 

BAB II

HAK DAN KEWAJIBAN  PESERTA DIDIK

 

Pasal 3
Hak – Hak  Peserta Didik

Selama masih menjadi  Peserta didik  SMA Negeri 1 Jakarta secara sah, maka mendapatkan hak – hak sebagai berikut :
  1. Mengikuti kegiatan belajar mengajar ( KBM ) dengan baik
  2. Berbuat sesuatu yang berguna untuk memajukan diri sendiri, sekolah maupun Organisasi Intra Sekolah
  3. Mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya sesuai dengan kegiatan Ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 1
  4. Mendapatkan informasi, bimbingan, kasih sayang atau perhatian dan perlindungan dari sekolah melalui wali kelas, BK, Guru dan Karyawan SMA Negeri 1 secara adil
  5. Memberikan saran dan kritik yang membangun terhadap kebijakan sekolah melalui jalur MPK / OSIS dengan benar
  6. Mendapatkan fasilitas yang layak dari sekolah
  7. Melakukan pembelaan terhadap dirinya atas tuntutan yang dikenakan tanpa ada intimidasi

Pasal 4
Kewajiban  Peserta Didik

Selama masih menjadi  Peserta didik  SMA Negeri 1 Jakarta secara sah, maka  Peserta didik  tersebut memiliki kewajiban sebagai berikut :
  1. Mentaati tata tertib yang ada
  2. Mengikuti Program sekolah
  3. Berprilaku baik, jujur, dan hormat kepada Kepala sekolah, Guru, Karyawan, dan sesama  Peserta didik  dilingkungan SMA Negeri 1
  4. Berperan aktif menciptakan suasana kondusif dilingkungan sekolah dan sekitarnya
  5. Menjaga nama baik almamater dan berupaya meningkatkan prestasi, baik di bidang intrakulikuler maupun Ekstakurikuler
  6. Mengikuti Upacara hari senin dan hari besar lainnya yang diadakan sekolah, kecuali bagi yang sakit (harus seizin piket) dengan seragam lengkap dan menggunakan topi.
  7. Ketika mengikuti pelajaran Olahraga,  Peserta didik  wajib memakai seragam olahraga yang telah ditentukan oleh sekolah
  8. Membawa kartu identitas  Peserta didik  ( KTP / Kartu Pelajar )
  9. Jika mengadakan kegiatan ekstrakurikuler didalam atau diluar sekolah sampai menginap, harus diketahui oleh orang tua dan seizin kepala sekolah serta didampingi oleh Pembina Ekstrakurikuler
  10. Jika ada kegiatan organisasi atau kelompok dari luar sekolah baik melibatkan  Peserta didik  ataupun tidak dan didalam lingkungan sekolah harus diketahui dan seizin dari Kepala Sekolah
  11. Menjaga keutuhan dan kebersihan kelas serta alat – alat inventaris sekolah dan milik pribadi

BAB  III 

KEHADIRAN DAN KETERLAMBATAN  PESERTA DIDIK

 

Pasal 5

Kehadiran  Peserta Didik

  1. Hadir di kelas atau sekolah paling lambat 10 menit sebelum pukul 06.30 dan meninggalkan lingkungan sekolah paling lambat 30 menit sesudah kegiatan sekolah selesai, kecuali ada kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti sampai dengan pukul 17.30
  2. Selama jam belajar,  Peserta didik  dilarang meninggalkan ruang kelas dan halaman sekolah, kecuali dengan seizin guru kelas, wali kelas atau guru piket.
  3. Peserta didik  yang meninggalkan sekolah atau kelas tanpa ijin sebelum pelajaran berakhir dianggap membolos/absen
  4. Peserta didik  yang tidak mengikuti KBM :
    • Sakit atau ada keperluan lain selama 1 s.d 2 hari, maka orang tua / wali wajib memberitahukan kepada pihak sekolah
    • Sakit selama lebih dari 2 hari, wajib melampirkan surat keterangan dari dokter
    • Keperluan lain selama lebih dari 2 hari, maka orang tua / wali wajib datang ke sekolah untuk mengurus perizinannya melalui wali kelas
    •  Peserta didik  yang tidak masuk 2 (dua) hari berturut-turut tanpa keterangan, orang tua akan dipanggil untuk berkomunikasi dengan pihak sekolah.
  5. Peserta didik  yang terpaksa meninggalkan KBM :
    • Sakit harus mendapatkan izin dari guru pengajar dan piket
    • Keperluan keluarga harus mendapatkan izin dari guru pengajar dan piket dengan membawa surat keterangan dari pihak orang tua  Peserta didik
    • Keperluan yang berkaitan dengan kegiatan sekolah harus mendapatkan izin dari guru pengajar, piket dan pembina ekstrakurikuler
    • Dijemput sebelum jam pelajaran sekolah selesai, penjemput wajib melapor kepada guru piket dan menyerahkan kartu identitas penjemput

Pasal 6

Keterlambatan  Peserta Didik

  1. Kegiatan Belajar Mengajar dimulai pukul 06.30 WIB setiap hari dan berakhir sesuai dengan jadwal pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah. Peserta didik  yang terlambat kurang dari 15 (lima belas) menit diperbolehkan masuk jam pelajaran pertama.
  2. Pintu gerbang ditutup pukul 06.45 WIB, Peserta didik  yang hadir setelah pukul 06.45 dinyatakan terlambat, dicatat oleh guru piket dan dilaporkan ke wali kelas serta tidak diperkenankan untuk mengikuti pembelajaran.
  3. keterlambatan karena keperluan keluarga, berobat ke dokter, ke rumah sakit atau puskesmas, musibah dan atau yang sejenisnya,  Peserta didik  harus diantar orang tua dengan membawa surat dari dokter dan atau surat dari orang tua/wali. dicatat oleh guru piket dan dilaporkan ke wali kelas serta diperkrnankan untuk mengikuti pembelajaran.
  4. Peserta didik  yang terlambat 3 kali berturut-turut, orang tua dipanggil dan membuat surat pernyataan.

Pasal 7

Kehadiran dan keterlambatan  Peserta didik  menjadi dasar bagi  Peserta didik  untuk dapat ikut serta dalam ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ujian sekolah serta menjadi salah satu kriteria kenaikan kelas dan  atau kelulusan dari SMA Negeri 1 Jakarta.

 

BAB IV

SERAGAM DAN KERAPIHAN BERPAKAIAN

 

Pasal 8

Seragam Sekolah

  1. Peserta didik  memakai pakaian seragam sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik
  1. Pakaian Seragam Peserta Didik Putra
    1. kemeja putih, lengan pendek memakai satu saku di sebelah kiri;
    2. celana panjang abu-abu model biasa/lurus, panjang celana sampai mata kaki dengan lingkar kaki minimal 44 cm, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang, saku dalam pada sisi kiri dan kanan dan satu saku vest belakang sebelah kanan;
    3. ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
    4. kaos kaki putih minimal 10 cm di atas mata kaki;
    5. sepatu hitam.
  1. Pakaian Seragam Peserta Didik Putri
    1. kemeja putih, lengan pendek, memakai satu saku di sebelah kiri;
    2. rok abu-abu dengan lipit hadap pada tengah muka, ritsluiting di tengah belakang, saku dalam bagian sisi rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk tempat ikat pinggang, panjang rok 5 cm di bawah lutut; atau rok abu-abu panjang sampai mata kaki, dengan lipit hadap pada tengah muka, ritsluiting di tengah belakang, saku dalam pada bagian sisi rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang;
    3. ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
    4. kaos kaki putih minimal 10 cm di atas mata kaki;
    5. sepatu hitam.
  1. Pakaian Seragam Sekolah Khas Muslimah
    1. kemeja putih, lengan panjang sampai pergelangan tangan, memakai satu saku di sebelah kiri;
    2. jilbab putih;
    3. rok abu-abu panjang sampai mata kaki, dengan lipit hadap pada tengah muka, ritsluiting di tengah belakang, saku dalam pada bagian sisi rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang;
    4. ikat pinggang ukuran lebar 3 cm, warna hitam;
    5. kaos kaki putih minimal 10 cm di atas mata kaki;
    6. sepatu hitam.
  1. Atribut
    1. Badge OSIS dijahitkan pada saku kemeja;
    2. Badge merah putih dijahitkan pada atas saku kemeja;
    3. Badge nama peserta didik dijahitkan pada kemeja bagian dada sebelah kanan;
    4. Badge nama sekolah dan nama kabupaten/kota dijahitkan pada lengan kemeja sebelah kanan.
  2. Memakai seragam sekolah dengan ketentuan :
    1. Hari Senin memakai kemeja warna putih dengan logo Osis pada saku dan rok/celana putih, kemeja atau baju harus dimasukkan ke dalam celana (laki-laki) atau rok (perempuan) dan memakai topi serta memakai dasi dengan logo OSIS.
    2. Hari Selasa, memakai kemeja putih dan rok/celana warna abu-abu, kemeja atau baju harus dimasukkan ke dalam celana (laki-laki) atau rok (perempuan) serta memakai dasi dengan logo OSIS.
    3. Hari Rabu memakai seragam pramuka lengkap dengan atributnya.
    4. Hari Kamis memakai seragam baju batik dan rok/celana putih. Hari Kamis minggu pertama setiap bulan memakai baju kemeja batik bebas dan rapih, ketika memakai Baju batik dikeluarkan tidak dimasukkan ke dalam celana (laki-laki) atau rok (perempuan).
    5. Hari Jumat memakai kemeja bernuansa keagamaan yaitu celana abu-abu dan baju koko putih (laki-laki), rok panjang abu-abu dan baju putih lengan panjang dan berkerudung putih (perempuan), baju tidak dimasukkan ke dalam celana (laki-laki) atau rok (perempuan), bagi yang beragama selain Islam agar menyesuaikan atau memakai baju seragam biasa, baju harus dimasukkan ke dalam celana (laki-laki) atau rok (perempuan).

Pasal 9

Kerapihan Berpakaian

  1. Peserta didik  dilarang memakai sepatu boot atau sepatu hak tinggi/jenggel dan atau sepatu balet, sandal dan sejenisnya, memakai celana jeans atau yang sejenisnya, dan dipulangkan untuk mengganti sepatu/seragam sesuai dengan ketentuan.
  2. Peserta didik  dilarang memakai baju dan celana/rok ketat /span serta pendek. Khusus siswi harus memakai rok yang menutupi dibawah lutut minimal (10-15 cm), memakai kaos dalam warna putih dan tidak menggunakan pakaian dalam berwarna-warni.
  3. Setiap Peserta didik  berpakaian sederhana , rapih, bersih dan tidak melanggar susila.
  4. Peserta didik  dilarang  memakai baju, topi, celana beratribut sekolah lain, dan  dilarang memakai topi selain topi yang ditetapkan oleh sekolah.
  5. Peserta didik  dilarang merobek bagian bawah celana atau rok dan menambah dengan bahan lain.
  6. Peserta didik yang melaksanakan  praktikum, wajib memakai seragam praktikum pada saat praktik di laboratorium.
  7. Tata rias atau make up bagi siswi (perempuan) harus sederhana dan tidak berlebihan atau mencolok, tidak memakai lipstik dan eyeshadow. Rambut  Peserta didik  (laki-laki) harus pendek/tidak gondrong dan tidak melebihi atau menutupi leher/ kerah baju seragam dan telinga.
  8. Peserta didik  dilarang memakai kaos dalam oblong yang lengannya melebihi   lengan baju seragam yang dikenakan.
  9. Peserta didik (laki-laki)  dilarang memakai kalung, gelang, anting , pewarna rambut, memakai tatto di badannya dengan alasan apapun.
  10. Peserta didik  dilarang mengenakan ikat pinggang berkepala besi dan besar yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku di sekolah.
  11. Peserta didik  dilarang memakai jaket/sweater di dalam kelas selama proses  belajar mengajar berlangsung.
  12. Setiap Peserta didik  wajib menghormati dan menjunjung tinggi arti dan makna pakaian seragam

 

BAB V

KEBERSIHAN

Pasal 10

  1. Peserta didik wajib memelihara dan menjaga kebersihan diri sendiri, tempat belajar dan lingkungan sekolah
  2. Peserta didik tidak diperkenankan membuang sampah sembarangan atau melakukan kegiatan yang dapat mengganggu program 7 K.
  3. Peserta didik dilarang mencorat-coret sarana-prasarana sekolah, pakaian/baju, celana, rok seragam, tas dan sepatu
  4. Peserta didik dilarang merusak dan atau mencorat-coret sarana sekolah, meja, kursi, tembok, lemari kelas, WC/toilet, gedung sekolah dan lingkungan sekolah dengan tip eks, spidol, pilok/cat minyak atau dengan alat-alat sejenisnya dengan alasan apapun.

 

BAB VI

KETERTIBAN DI KELAS DAN DI SEKOLAH

Pasal 11

Ketertiban Di Kelas

  1. Setiap kelas harus memiliki pengurus kelas yang terdiri dari ketua kelas, sekretaris, bendahara, yang dipilih anggota kelas dan petugas lain sesuai kebutuhan
  2. Pada jam pertama dan jam terakhir peserta didik diwajibkan berdoa dipimpin oleh ketua kelas
  3. Ketua kelas harus bertanggungjawab terhadap alat-alat perlengkapan kelas seperti spidol, penghapus, absen kelas dan jurnal kelas
  4. Setiap kelas setelah berdoa pada jam pertama dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan INDONESIA RAYA dipimpin oleh perwakilan peserta didik
  5. Setiap kelas wajib menjaga dan memelihara perlengkapan kelas masing-masing
  6. Setiap peserta didik wajib menjaga ketertiban, keamanan dan keindahan kelas
  7. Apabila guru belum hadir, ketua kelas atau pengurus kelas segera melapor kepada guru piket dan kelas tetap dalam keadaan tenang, tertib dan aman
  8. Pada saat pergantian jam dan terjadi perpindahan kelas peserta didik dilarang memperlambat diri batas toleransi maksimal 5 menit
  9. Peserta didik dilarang makan dan minum di dalam kelas
  10. Selama KBM peserta didik dilarang meninggalkan ruang belajar tanpa seizing guru kelas
  11. Pada saat KBM, Peserta didik   dilarang menerima tamu tanpa seijin guru kelas,guru piket atau kepala sekolah
  12. Peserta didik  dilarang menyontek atau berbuat curang dengan menerima atau memberikan jawaban soal kepada  Peserta didik  lain pada saat ulangan dan yang bersangkutan diberikan nilai nol ( 0 ) pada mata pelajaran yang bersangkutan.

Pasal 12

Ketertiban Di Sekolah

  1. Peserta didik yang membawa sepeda motor harus dilengkapi dengan surat-surat kendaraan dan telah memiliki SIM, kendaraan harus standar pabrik, dan diparkir secara tertib di tempat yang telah ditentukan.
  2. Peserta didik dilarang mengaktifkan atau membunyikan hand phone, radio dan walkman pada saat belajar tanpa seizin guru yang mengajar
  3. Peserta didik dilarang bersikap tidak sopan terhadap Guru, pegawai Karyawan/TU.
  4. Peserta didik dilarang memalsukan surat ijin, tanda tangan  orang tua/wali, guru, wali kelas, dan kepala sekolah.
  5. Peserta didik dilarang mengubah dan memalsukan nilai pada buku rapor/laporan hasil belajar/Laporan Hasil Capaian Kompetensi
  6. Peserta didik dilarang membentuk organisasi selain OSIS dan ekstrakurikuler yang diakui oleh sekolah.
  7. Peserta didik dilarang pada waktu jam belajar berada di kantin, di musholla, di ruang sekretariat Osis/ekstrakurikuler atau diluar kelas tanpa seijin piket/guru/kepala sekolah.
  8. Peserta didik dilarang bermain sepak bola pada saat jam efektif belajar dan jam istirahat.
  9. Peserta didik dilarang duduk-duduk di warung, di halte bus atau dilingkungan sekolah (ring satu) pada saat datang maupun pulang sekolah
  10. Peserta didik dilarang keluar dan masuk halaman sekolah atau kelas melalui jalan/pintu yang tidak semestinya (melompat pagar sekolah, melalui jendela kelas atau mendobrak pintu/pagar sekolah)
  11. Peserta didik dilarang membawa kartu gaple, remi, berjudi dengan menggunakan kartu, melalui permainan sepak bola dan dalam bentuk permainan apapun yang sejenis
  12. Peserta didik dilarang membawa rokok, korek api, dan merokok di lingkungan sekolah
  13. Peserta didik dilarang membawa/menyimpan/menyembunyikan buku/majalah porno, stensil porno,Film/VCD porno dan atau sejenisnya
  14. Peserta didik dilarang membawa dan menggunakan barang-barang/benda-benda yang tidak ada kaitannya dengan alat-alat atau perlengkapan pelajaran sekolah dalam kategori tidak membahayakan
  15. Peserta didik dilarang melakukan penekanan (mempressure) atau mengancam Peserta didik lain dan atau mengambil tindakan yang bukan menjadi wewenangnya (menegur kesalahan  Peserta didik  lain) baik didalam maupun diluar sekolah dengan alasan/dalih apapun, sehingga membuat  Peserta didik  lain resah/tidak tenang dalam belajar.
  16. Peserta didik dilarang memalak, mengompas atau meminta uang dan barang-barang lain dengan cara paksa kepada Peserta didik  lain dengan alasan apapun, baik di dalam maupun diluar sekolah .
  17. Peserta didik dilarang membawa/menyimpan dan meminum minuman keras beralkohol dan memabukkan dalam jenis apapun
  18. Peserta didik dilarang membawa,menyimpan dan menggunakan/pemakai (user) dan atau sebagai pengedar obat-obatan terlarang (NARKOBA) dan ZAT ADIKTIF atau jenis Psykotropika lainnya
  19. Peserta didik dilarang mencuri/mengambil barang temannya atau milik orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya dan atau terbukti mencuri barang/inventaris sarana -prasarana sekolah
  20. Peserta didik dilarang membawa, dan atau terbukti menyimpan/menyembunyikan dan menggunakan senjata tajam (clurit, golok, pedang, samurai, belati, keris, badik dan alat-alat lain yang sejenisnya), dan atau senjata api dan yang sejenisnya dengan alasan/dalih apapun
  21. Peserta didik dilarang mengikuti organisasi yang dilarang oleh pemerintah
  22. Peserta didik dilarang berkelahi baik secara perorangan/individu maupun secara massal (tawuran) di dalam sekolah dan diluar sekolah yang melibatkan sekolah dengan sekolah lain langsung maupun tak langsung
  23. Peserta didik dilarang berkelahi baik secara individu maupun secara massal dengan menggunakan senjata tajam atau senjata api yang mengakibatkan orang lain terluka atau meninggal dunia, didalam mapun di luar sekolah
  24. Peserta didik dilarang melawan/menentang atau menyakiti dan atau memukul guru, pegawai/karyawan sekolah, sesama Peserta didik , petugas atau aparat keamanan  baik didalam maupun diluar sekolah
  25. Peserta didik yang secara jelas dan terbukti ikut terlibat dalam menggerakkan dan atau menghasut orang lain (memprovokasi) dalam perkelahian massal/tawuran.
  26. Peserta didik melakukan pemerkosaan atau perzinahan/hubungan seksual, pelecehan seksual, pacaran diluar batas norma-norma kesusilaan, dan melakukan perbuatan amoral atau asusila.
  27. Selama menjadi Peserta didik SMA Negeri 1 Jakarta, dilarang melakukan pernikahan /kawin dan sanggup tidak menikah baik secara resmi terdaftar di KUA atau di Kantor Catatan Sipil maupun secara siri.
  28. Peserta didik dilarang menghina, melecehkan, menjelek-jelekkan nama baik sekolah (almamater) baik melalui media cetak maupun elektronik atau multi media lainnya, yang mengakibatkan image/kesan tidak baik terhadap institusi sekolah/almamater.
  29. Peserta didik terbukti melakukan perbuatan pidana atau pelanggaran hukum, dan dinyatakan bersalah sedang dan dalam proses pihak yang berwajib.
  30. Peserta didik yang sudah membuat pernyataan atau perjanjian terakhir dihadapan wali kelas, guru BP dan orang tua mengulangi lagi perbuatan pelanggaran tata tertib untuk selanjutnya dikembalikan kepada orang tua sesuai isi perjanjiannya.
  31. Peserta didik tidak diberikan kesempatan kembali mengikuti proses pembelajaran apabila peserta didik yang bersangkutan gagal tidak naik kelas dua kali berturut-turut di kelas/tingkat yang sama.

 

BAB VII
PELANGGARAN DAN SKOR PELANGGARAN

 

Pasal 13

Pelanggaran adalah perbuatan yang menyimpang dari aturan atau tata tertib yang telah disepakati bersama dan memiliki konsekwensi sanksi yang harus diterima oleh si pelaku.
NO
JENIS PELANGGARAN
SKOR
1
Peserta didik  yang tidak masuk 2 (dua) hari berturut-turut tanpa keterangan
5
2
Peserta didik  yang hadir setelah pukul 06.45 dinyatakan terlambat, dicatat oleh guru piket dan dilaporkan ke wali kelas serta tidak diperkenankan untuk mengikuti pembelajaran.
3
3
Peserta didik  mengaktifkan Hand Phone, Audio Vidio Player (MP3, MP4, dan sejenisnya) serta bermain game pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung
5
4
Makan dan minum pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung
5
5
Membawa makan dan minum serta makan dan minum di ruang kelas
5
6
Memakai pakaian seragam yang tidak sesuai dengan ketentuan sekolah, termasuk pakaian olahraga dan pakaian muslim serta atribut upacara
5
7
Memakai sendal atau sepatu yang dipakai tidak semestinya dilingkungan sekolah mulai jam pertama s.d jam terakhir
5
8
 Peserta didik  putra :
o      Berambut panjang atau gondrong
o      Mengecat rambut atau membuat potongan rambut yang tidak pantas untuk ukuran pelajar
o      Memakai anting dan gelang
o      Memakai kalung
o      Memakai kemeja atau celana ketat atau sudah tidak pantas untuk dipakai
5
5
5
5
5
9
Untuk Putri :
o    Memakai perhiasan atau make up yang berlebihan
o    Memakai kemeja atau rok ketat atau transparan
o    Memakai kemeja tidak dimasukan kedalam rok
5
5
5
10
Menyalahgunakan alat – alat yang tidak ada hubungannya dengan KBM di sekolah
5
11
Tidak mengikuti upacara sengaja tanpa seizin piket dan melakukan hal – hal yang  menggangu terlaksananya upacara secara khidmat atau meninggalkan upacara yang belum selesai kecuali sakit
10
12
Membawa kendaraan kedalam lingkungan sekolah dengan tidak dilengkapi SIM
10
13
Masuk atau keluar sekolah dengan cara melompat atau menerobos pagar
15
14
Selama menjalani skorsing berada diLingkungan sekolah
20
15
Membawa dan atau menyimpan rokok dilingkungan sekolah
10
16
Menghisap rokok dilingkungan sekolah
20
17
Masuk kekelas tanpa seizin dari guru piket bila terlambat lebih dari 10 menit, baik pada jam pertama atau pada pergantian jam pelajaran atau jam istirahat
3
18
Meninggalkan kelas / lingkungan sekolah saat KBM sedang berlangsung tanpa seizin dari guru pengajar dan guru piket
3
19
Masuk sekolah tanpa surat keterangan dari orang tua jika hari sebelumnya tidak hadir tanpa keterangan
2
20
Menciptakan dan atau melakukan kegaduhan, keributan,keonaran, sehingga  menggangu KBM
25
21
Merusak keindahan sekolah dan lingkungan antara lain dengan membuang sampah sembarangan atau tidak pada tempatnya
5
22
Membuat coretan pada barang – barang inventaris sekolah atau di tembok atau tempat – tempat lain di dalam maupun di luar lingkungan sekolah
10
23
Bersikap tidak sopan terhadap sesama  Peserta didik
10
24
Menerima tamu disekolah saat KBM tanpa izin dari guru piket
5
25
Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma susila dan agama, seperti :
o    Bermain kartu
o    Berbuat asusila
o    Berjudi
5
50
50
26
Berlaku tidak sopan atau menghina atau membangkang, melawan terhadap Kepala Sekolah, Guru dan Karyawan
30
27
Melakukan kecurangan memalsukan identitas atau tanda tangan orang lain untuk kepentingan pribadi atau kelompok
20
28
Melakukan pemalsuan tanda tangan Kepala Sekolah atau Guru atau Karyawan untuk kepentingan individu atau kelompok
50
29
Melakukan kecurangan ketika ulangan harian atau ulangan umum atau ujian lainnya
10
30
Memberikan keterangan atau pernyataan palsu
20
31
Menyalahgunakan, mengambil, atau meminta dengan paksa berupa uang atau barang orang lain atau milik sekolah
50
32
Melakukan perusakan barang milik orang lain atau sekolah baik sengaja maupun tidak sengaja
30
33
Melakukan intimidasi terhadap  Peserta didik  lain sehingga menimbulkan rasa tidak aman atau ketakutan
50
34
Melakukan penendangan atau penamparan atau pemukulan baik secara perorangan maupun kelompok terhadap sesama  Peserta didik  atau orang lain baik secara langsung maupun dengan menggunakan benda
60
35
Melakukan penendangan atau penamparan atau pemukulan baik secara perorangan maupun kelompok terhadap sesama  Peserta didik  atau orang lain baik secara langsung maupun menggunakan benda sehingga mengakibatkan cidera
100
36
Melakukan perkelahian baik secara perorangan maupun kelompok terhadap sesama  Peserta didik  atau orang lain baik secara langsung maupun dengan menggunakan benda
100
37
Melakukan perkelahian baik secara perorangan maupun kelompok terhadap sesama  Peserta didik  atau orang lain baik secara langsung maupun dengan menggunakan benda sehingga mengakibatkan cidera
100
38
Membawa atau menyimpan atau menyembunyikan petasan atau bahan peledak lainnya dilingkungan sekolahyang dapat mengancam bahaya jiwa orang atau menghancurkan atau menimbulkan kerusakan barang atau bangunan milik individu atau milik negara
100
39
Memicu terjadinya perkelahian baik perorangan maupun masal ( tawuran ) yang mengakibatkan terjadinya korban dari kedua belah pihak
100
40
Membawa atau menyimpan atau menggunakan senjata tajam atau tumpul dilingkungan sekolah
75
41
Membawa atau menyimpan atau menggunakan senjata api dilingkungan sekolah
100
42
Terbukti secara hukum melakukan tindakan kriminal yang berhubungan dengan pihak kepolisian didalam maupun diluar lingkungan sekolah
100
43
Membawa atau menyimpan atau mengkonsumsi atau mengedarkan minuman keras atau narkoba atau zat adiktif lainnya didalam maupun diluar lingkungan sekolah
100
44
Menggunakan jaket, atau jas atau topi atau pakain maupun tas yang ada identitas  angkatan dilingkungan sekolah
25
45
Membentuk atau menjadi anggota organisasi atau kegiatan yang tidak dilegalkan oleh sekolah
30
46
Membentuk atau menjadi anggota organisasi yang terlarang
75
47
Melakukan pernikahan /kawin baik secara resmi terdaftar di KUA atau di Kantor Catatan Sipil maupun secara siri
100
48
Menghina, melecehkan, menjelek-jelekkan nama baik sekolah (almamater) baik melalui media cetak maupun elektronik atau multi media lainnya, yang mengakibatkan image/kesan tidak baik terhadap institusi sekolah/almamater
100
49
Mengulangi perbuatan melanggar tata tertib, dan yang bersangkutan telah membuat pernyataan  atau perjanjian terakhir untuk tidak melakukan pelanggaran kembali
100
50
Mengalami gagal tidak naik kelas dua kali berturut-turut di kelas/ tingkat yang sama
100

BAB VIII
SANKSI DAN PRESTASI

 

Pasal 14

Sanksi
  1. Berupa Teguran
    • Bila bobot  Skor  pelanggaran mencapai 10 ditegur oleh Wali Kelas
    • Bila bobot  Skor  pelanggaran mencapai 15 panggilan orang tua oleh wali kelas
    • Bila bobot  Skor  pelanggaran mencapai 25 panggilan orang tua oleh BK (Bimbingan Konseling)
  1. Peringatan Tertulis
    • Bila bobot  Skor  pelanggaran mencapai 30, surat pernyataan di tandatangani oleh  Peserta didik , orang tua dan wali kelas
    • Bila bobot  Skor  pelanggaran mencapai 40, surat pernyataan ditandatangani oleh  Peserta didik , orang tua, wali kelas, dan guru BK (Bimbingan Konseling)
  1. Peringatan Skorsing
    • Bila bobot  Skor  pelanggaran mencapai 50 dikenakan skorsing 5 hari dan surat pernyataan ditandatangani oleh  Peserta didik , wali kelas, orang tua  Peserta didik  dan wakil kepala sekolah (Bidang Kesiswaan)
    • Bila bobot  Skor  pelanggaran mencapai 70 dikenakan skorsing 10 hari efektif
    • Bila bobot  Skor  pelanggaran mencapai 85 dikenakan skorsing 15 hari efektif
    • Bila bobot  Skor  pelanggaran mencapai 90 dikenakan skorsing 20 hari efektif
    • Bila mencapai bobot  Skor  pelanggaran 100 dikembalikan kepada orang tua

Pasal 15

Prestasi
Akademik
  • Umum / Ekstern
    1. Juara Tingkat Internsional (  Skor  75 )
    2. Juara Tingkat Regional (  Skor  50 )
    3. Juara Tingkat Nasional (  Skor  35 )
    4. Juara Tingkat Propinsi (  Skor  25 )
    5. Juara Tingkat Wilayah (  Skor  20 )
    6. Juara Tingkat Kecamatan (  Skor  15 )
  • Khusus / Intern
    1. Juara umum Kelas X, XI dan XII (  Skor  25 )
    2. Juara Kelas peringkat pertama (  Skor  15 )
    3. Juara Kelas peringkat kedua (  Skor  10 )
    4. Juara Kelas peringkat ketiga (  Skor  5 )
Non Akademik
  • Umum / Ekstern
    1. Juara Tingkat Internasional (  Skor  75 )
    2. Juara Tingkat Regional (  Skor  50 )
    3. Juara Tingkat Nasional (  Skor  35 )
    4. Juara Tingkat Propinsi (  Skor  25 )
    5. Juara Tingkat Wilayah (  Skor  20 )
    6. Juara Tingkat Kecamatan (  Skor  15 )
  • Khusus / Intern
    1. Juara umum lomba / pertandingan (  Skor  10 )
    2. Juara Pertama Lomba / pertandingan (  Skor  7 )
    3. Juara Kedua Lomba / pertandingan (  Skor  5 )
    4. Juara Ketiga Lomba / Pertandingan (  Skor  3 )
Prestasi Keorganisasian Sekolah
  • Pengurus MPK / OSIS
    1. Ketua OSIS / MPK (  Skor  25)
    2. BPH MPK / OSIS (  Skor  20 )
    3. Ketua Sekbid OSIS (  Skor  15 )
  • Pengurus Ekstrakurikuler
    1. Ketua Ekstrakurikuler (  Skor  10 )
    2. Pengurus inti Ekstrakurikuler (  Skor  5 )
  • Pengurus Kelas
    1. Ketua kelas (  Skor  5 )
    2. Pengurus inti kelas (  Skor  3 )
Partisipasi dalam mengikuti lomba / kejuaraan
  1. Tingkat Internasional (  Skor  25 )
  2. Tingkat Regional (  Skor  20 )
  3. Tingkat Nasional (  Skor  15 )

BAB IX

MEKANISME

 

Pasal 16

Mekanisme penanganan dan pemberian  Skor  pelanggaran serta penanganan dan pemberian  Skor  prestasi bagi  Peserta didik   SMA Negeri 1. yang bertugas menangani dan mencatat  Peserta didik  yang melakukan pelanggaran atau  Peserta didik  yang berprestasi dalam pembinaan OSIS adapun mekanisme terbagi menjadi dua, yaitu :
  1. Mekanisme penanganan pemberian  Skor  pelanggaran :
    1. Setiap guru berhak menangani  Peserta didik  yang terbukti atau diindikasikan melakukan pelanggaran, lalu memprosesnya hingga  Peserta didik  tersebut mengakui pelanggaran. Setelah itu guru terus menindaklanjuti dengan mencatat nama dan kelas  Peserta didik  yang bersangkutan. Kemudian catatan tersebut diserahkan kepada pembina OSIS
    2. Pembina OSIS menindaklanjuti dengan :
      • Memanggil  Peserta didik  yang bermasalah, kemudian dicatat identitasnya, lalu  Peserta didik  tersebut diberikan  Skor  sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya. Catatan ini kemudian dituliskan pada kartu catatan  Skor
      • Jika  Peserta didik  tersebut telah melampaui tahapan pelanggaran yang harus melibatkan wali kelas, BK, Orang tua, wakil ke Peserta didik an atau kepala sekolah maka pembina OSIS memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan
      • Jika telah mencapai  Skor  maksimal 100 maka pembina OSIS melaporkan kepada Wakil Ke Peserta didik an dan dilanjuti dengan melaporkannya kepada Kepala Sekolah
      •  Peserta didik  yang dikembalikan seterusnya kepada orang tua / dikeluarkan dari sekolah dilakukan oleh Kepala Sekolah dan didampingi oleh :
        1. Wakil Kesiswaan
        2. Satu orang Pembina Osis
        3. Satu orang guru BK  Peserta didik  yang bersangkutan
        4. Wali kelas  Peserta didik  yang bersangkutan
  2. Mekanisme Penanganan dan pemberian  Skor  prestasi :
    1. Peserta didik  dapat langsung dan menyerahkan bukti prestasi atau dapat didampingi oleh guru pembina atau wali kelas atau pelatih kepada pembina OSIS
    2. Pembina OSIS mencatat  Skor  prestasi itu pada kartu catatan  Skor
    3. Pembina OSIS akan memberikan piagam penghargaan dari sekolah pada saat upacara

 

BAB X

PENUTUP

Pasal 17

  1. Tata tertib ini wajib dihayati dan dilaksanakan oleh seluruh  Peserta didik  SMA Negeri 1 Jakarta dengan penuh rasa tanggung jawab.
  2. Segala sesuatu yang belum dan atau tidak diatur dalam tata tertib ini akan ditentukan   kemudian berdasarkan musyawarah Kepala Sekolah dan Dewan Guru atau dengan  pihak-pihak yang terkait
  3. Dengan berlakunya tata tertib yang baru ini, maka tata tertib yang lama dinyatakan tidak berlaku lagi.
  4. Tata tertib ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan dinyatakan berlaku sah di SMA Negeri 1 Jakarta. Apabila di kemudian hari terdapat hal-hal  yang belum termasuk ke dalam aturan ini maka sanksi yang diberikan disesuaikan dengan skor pelanggaran yang dilakukan  Peserta didik  setelah terlebih dahulu dilakukan musyawarah dengan pihak-pihak terkait.